Let's explore the world

Follow us

It's Okay to Part Ways - Wandersmurf
336
post-template-default,single,single-post,postid-336,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.4,vc_responsive

It’s Okay to Part Ways

It’s Okay to Part Ways

Hold this, and hold this tightly:
"You meet people. You part ways. Sometimes your cross paths again. But mostly, you don’t."
I am not an introvert. And everyone who hears me when I say I am, they will laugh out loud. But if I am not an introvert, than maybe I am a very private person. At least, that could explain why I like hanging out with myself, why I love traveling alone, and why, most importantly, I never attach myself to a certain group of friends. It’s true, I flock from one social group to another, because I don’t like getting too attached to a certain gang. Sure, I have best friends, but they are so diverse and random. So until now, I never know how it feels to be in this intimate and exclusive group where you have this string of commitment with your fellow friends.
Banyak teman-teman SMA saya yang sampai sekarang masih bergaul dengan teman-teman satu gengnya. Mereka berkuliah di tempat yang sama, berteman dengan grup yang sama, dan sampai sekarang, memelihara pertemanan itu kemana-mana, bahkan mungkin hingga menikah nanti. Tapi saya tidak pernah tertarik untuk masuk ke dalam grup pertemanan tertentu. Saya lebih tertarik mengeksplor dan menjalin hubungan dengan teman-teman yang berbeda, yang berasal dari berbagai macam latar belakang, umur, ras, pendidikan, dan sebagainya. I only have few friends, but these few ones, we are willing to take a bullet for each other, just because.
People don’t have to tell me that I’m cold. I don’t talk much and when I talk, I rarely talk about my personal life. I just really like joking, so people mostly think I’m friendly. But they don’t know what happens in my life. And they don’t need to. So for me, it is really easy to cut connections with some people I no longer befriend or cross path. And today, I want to let you know that it is okay to part ways with some people. It’s just how life goes.
Ada sahabat yang harus kita tinggalkan karena kita sudah tak punya kesamaan lagi. Ada teman kuliah yang sekarang ideologinya bertentangan jauh dengan kita. Ada saudara yang dulunya sangat akrab dengan kita, namun sekarang dia sudah tinggal di luar negeri nun jauh, dan kita tak punya kesempatan untuk berkorespondensi sama sekali. Ada mantan partner bisnis yang kini jadi sales MLM dan tak henti-hentinya mengganggu kita. Atau ada kerabat dekat yang sering meminjam uang untuk urusan-urusan pribadi. Dan kita punya pilihan untuk berpisah jalan dengan mereka.

Saya dulu bersahabat dekat dengan seorang perempuan. Selama 6 tahun di SD, kami menjadi dekat dan tidak terpisahkan. Bahkan ketika kami berpisah di SMP, kami berjanji untuk saling menjaga hubungan. Tapi tentu tidak segampang itu, sejak berpisah sekolah kami jarang bertemu dan bahkan ngobrol. Maklum, jaman dulu belum ada berbagai kemudahan komunikasi seperti sekarang. Setelah bertahun-tahun tidak saling sapa, akhirnya kemarin dia mem-follow saya di Instagram. Lalu? Apakah kami janjian untuk saling bertemu dan tukar cerita? Tidak. Karena kami berdua tahu kami tidak punya kesamaan lagi. Saya tak tahu harus bercerita apa padanya, dan begitu juga sebaliknya. We were just bestfriend in elementary school, we parted ways, and that’s okay, we don’t want to re-kindle anything.
Setiap beberapa bulan sekali, saya membuka kontak di ponsel dan menghapus kontak orang-orang yang sudah tak pernah berkontak dengan saya. Bahkan, ketika saya berganti ponsel, saya sama sekali tidak menyalin isi kontak yang lama. Karena saya tahu, 95% dari kontak tersebut sudah basi. Dan sisa 5%-nya? Kontak mereka sudah saya hafal di luar kepala. Kadang-kadang saya juga merasa sedih, dan sayang. Saya kangen dengan teman-teman SMA yang guyonannya lucu-lucu. Kangen dengan teman kuliah yang dulu menemani setiap makan siang. Kangen dengan teman sepermainan yang kini masih mencari kerja di kota tempat saya berasal. Tapi saya juga tahu bahwa, kadang kita memang berpisah jalan dengan orang-orang di hidup kita. Namun, orang-orang yang baru akan muncul untuk menggantikan mereka. Setidaknya, itulah yang terjadi di hidup saya. Setelah kehilangan sahabat baik saya karena sebuah penyakit, saya dipertemukan dengan dua sahabat baru di lingkungan kerja. Tentu, mereka bukan orang yang sama. Namun, kehadiran mereka tidak pelak juga mengurangi rasa kehilangan saya.
It’s okay to part ways with some people. We have to let life turns thing around. Akan ada orang-orang yang tetap bertahan di hidup kita, dan ada yang tidak. Namun bagaimanapun, kita punya pilihan untuk memilih mana orang-orang yang ingin kita pertahankan, dan mana yang tidak. Lebih baik memiliki sedikit teman yang sangat bisa diandalkan, dibandingkan menjaga hubungan baik dengan semua orang hanya karena takut kehilangan. Ini adalah kutipan menarik yang selalu saya ingat, dari How I Met Your Mother:

So be clear. Who you want to surround yourself with? Get out from toxic friendship or relationship. You don’t feel comfortable staying in touch with your ex? Cut them loose. Your "old friends" keep calling you out to hang out even though you don’t like them now? Well, hang up the phone and hang out with other people. It’s okay to prioritize yourself over other people. Who knows? Maybe in the next few years you will cross paths again with them.But if you don’t? Well, that’s okay too.
Follow my Instagram @falen_naoenz or found me chirping at Twitter @vanilla_naoenz
Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
No Comments

Post A Comment