Let's explore the world

Follow us

Life is (Un)Fair to the Poor? - Wandersmurf
342
post-template-default,single,single-post,postid-342,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.4,vc_responsive

Life is (Un)Fair to the Poor?

Life is (Un)Fair to the Poor?

Apparently, there are heaps of Instagram accounts dedicated to display the lavish lifestyles of these billionaires in the world.

Pernah liat?

Pasti pernah. Biasanya nama mereka dimulai dari @executivelife @expatlife @billionairediary @gentlemanchoices, dan segala macemnya. Terus apa isinya? Banyak! Mulai dari rumah puluhan hektar yang super mewah, wiski puluhan juta, jet pribadi dan segala fasilitasnya, sampe ke cewek-cewek seksi dengan pose nakal nan menggairahkan.

Seolah-olah, akun instagram ini ya dibuat untuk bikin kita ngiler parah gila sama kehidupan para bilyuner di luar sana. Mereka digambarkan sebagai para eksekutif muda dengan bodi kotak kotak sempurna macem baru keluar dari majalah gaya hidup. IRI SETENGAH MAMPUS! Iya, ngepoin instagram kayak gini bisa bikin termotivasi, tapi bisa juga jadi frustasi. Boro-boro jet pribadi, dapet tiket murah Air Asia dari travel fair aja senengnya udah sujud syukur. Boro-boro mau beli Mercedes, Lambo, dan mobil-mobil Eropa yang cantiknya kebangetan, ini kita ngisi Go-Pay seratus ribu aja mikirnya dua kali.

Duh, sedih ya.. Kadang pingin banget bisa ngerasain seminggu aja dengan gaya hidup yang super kaya. Kadang ngarep suatu hari ada yang tiba-tiba bilang kalo kita keturunan raja. Ya karena.. kayaknya hidup mereka asyik sekaleee. Bolak balik ke negara sana sini pake jet pribadi, gak usah ngantri ke loket check-in segala. Jas buatan tangan yang paling pas di badan, gak usah pake dicoba di fitting room dan nunggu diskon segala.

Hidup ini, emang gak adil. Buat aku yang kere kayak gini. Yang harus nabung berbulan-bulan dulu biar bisa traveling ke negara lain. Dan gak bisa dipungkiri, siapa sih yang gak mau punya harta segitu? Siapa yang gak mau jadi bilyuner? Pasti semua orang mau. Tapi kalo mau dipikir secara realistis, mau seoptimis apa pun kita, akan ada suara kecil di dalem hati yang bilang, “Yaelaaah mimpi lo ketinggian brur….. Udah balik nonton DVD bajakan ae yok daripada ngayal.”

Ya begitulah. Kalau dipikirin terus, bisa-bisa kita gila kalo kita gak bisa niru mereka. Jadi yang pertama harus dilakukan adalah: menerima kenyataan yang pahit bahwa ya….kadang hidup memang segini-segini aja. Jadi kalo pun kita gak bisa jadi bilyuner, yaaa seenggaknya kita gak ada utang sana-sini atau kita masih bisa makan pake duit kita sendiri. Mendingan hidup yang bersahaja daripada mau sok kaya, sok-sok hits, sok-sok ‘kekinian’, tapi ternyata limit kartu kreditnya udah mepet, dan dikejar-kejar debt collector tiap bulannya.

Terus yang kedua? Bekerja sekeras mungkin buat mencapai apa yang kita mau! Mungkin kita gak bisa beli Lamborghini, tapi kalo kita bisa beli mobil impian CRV warna abu-abu? Ya ternyata seneng juga kok! Kalo sampe pensiun pun belum bisa beli mobil mevvah? Ya sudah, diikhlasin aja. Masih banyak orang yang belum punya mobil dan harus rela basah-basahan tiap ujan.

Hidup super kaya dan super mewah memang impian semua orang. Tapi memang gak bisa dipungkiri, gak semua orang seberuntung itu. Gak semua orang sepinter Marc Zuckerberg atau Bill Gates. Gak semua orang se-passionate Gordon Ramsay atau Michael Phelps. But at least we tried. Yang berbahaya bukan kita mimpi ketinggian terus kita gak bisa dapetinnya. Yang berbahaya justru kalo kita mimpi terlalu rendah terus kita bisa dapetin itu semua. Jadi jangan takut untuk bermimpi gede! Kalo kita punya mimpi buat beli Lamborghini, kita akan kerja keras dan mungkin bisa kebeli CRV. Tapi kalo kita mimpinya cuma pengen punya sepeda motor bebek biasa, ya…kerja keras kita juga akan segitu-segitu aja.

Jadi hidup itu emang gak adil ya? ENGGAK! Tapi hidup itu ASIK!

Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
No Comments

Post A Comment