Let's explore the world

Follow us

Melamun di Bandung - Wandersmurf Random Thoughts
1734
post-template-default,single,single-post,postid-1734,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.4,vc_responsive

Melamun di Bandung

Melamun di Bandung

Semua orang yang mengenalku tahu,
bahwa Bandung adalah cinta sejati, kota yang punya tempat spesial di hati.

Di dalamnya, selama bertahun-tahun, aku tumbuh dan belajar menjadi mandiri.
Menerka-nerka rencana hidup, menekuni hal-hal yang aku sukai.

Sungguh, kalau mau diingat-ingat, 3,5 tahun di Bandung adalah fase yang sangat penting dalam hidupku.
Bertemu dengan banyak teman sevisi, bercengkerama dengan orang-orang baik dari berbagai latar belakang.
Menghimpun berbagai pengalaman, merumuskan beragam pertanyaan.

Kota yang – suatu saat aku janji – akan kembali.

Hey Falen di masa depan, bagaimana kalau kita membuka perpustakaan rindang seperti Kineruku favoritmu?
Tempat anak rantau menemukan rumah.
Tempat semua orang bercakap-cakap dengan diri sendiri.
Tempat mengalahkan rasa penasaran.
Tempat dimana Instagram dan Twitter tak berjalan, hanya tersisa kita dan lembar-lembar buku yang sudah tua.
Tempat mempertanyakan keyakinan.
Tempat melamun sambil menikmati kuah kari sedap yang masih hangat.

Atau, bagaimana kalau kita membuka ruang kerja nokturnal?
Kamu tahu betapa susahnya mencari ruang kerja yang buka di subuh buta.
Ketika semua orang terlelap, kamu melek dengan segala kesadaran dan semangat.
Menyenangkan bukan untuk menjadi rumah pulang bagi para pecinta malam?

Hey, kamu juga suka Airbnb. Mungkin di masa depan, alih-alih menjadi pemesan, kamu bisa menjadi host?
Hunian kecil yang nyaman, kasur terempuk sejagat. Netflix.
Kamar dan ruang yang kuharap rapi. Kamar mandi kering. Rak dapur yang penuh dengan mi instan.
Dan warna biru yang ada dimana-mana, mulai cat pintu hingga jendela.
Lalu tentu, koleksi buku kesayangan yang kini sedang menumpuk debu.
Saatnya mengijinkan orang lain membaca dan meminjamnya.

Perjalanan masih panjang, aku bahkan belum berumur dua puluh lima.
Hanya hampir…

Maka, ini saatnya meluruskan kembali jalan hidup.
Menemukan tempat berpulang, menyusun rencana-rencana kehidupan.
Tanpa jalan dan rencana, mau dibawa kemana hidup kita, kan?

Hey Falen di masa depan,

Kita akan mewujudkan mimpi-mimpi ini bersama-sama.
Suatu hari nanti, kamu akan membaca tulisan ini.
Dan tersenyum, karena kita membuatnya jadi nyata.

Jakarta, 20 February 2018
FN

Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
2 Comments
  • Secangkir teh
    Posted at 00:15h, 25 February Reply

    Hey, jika ketiga ide tadi sudah dekat waktunya untuk kamu realisasikan, aku mau ikut!
    Ica.

    • Falencia Naoenz
      Posted at 13:33h, 03 March Reply

      Mari bersama-sama kita buat Bandung jadi surga kecil di Indonesia 🙂

Post A Comment