Let's explore the world

Follow us

Melihat Jakarta Berubah - Wandersmurf
338
post-template-default,single,single-post,postid-338,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.4,vc_responsive

Melihat Jakarta Berubah

Melihat Jakarta Berubah

Bulan ini kebetulan adalah tepat setahun semenjak aku pindah ke Jakarta. Ibukota yang katanya lebih kejam dari ibu tiri ini punya banyak cerita. Jujur, aku masih di tahap benci dan cinta. Di satu sisi, Jakarta punya segala fasilitas yang sangat memudahkan kehidupan ini, di sisi lain, masih keki juga melihat kemacetan yang sangat sangat parah di sore hari, atau udaranya yang kering tak berangin dan bikin keringetan setiap hari.
Tapi di luar semua itu, aku bangga bisa berada di sini ketika muka ibukota mulai berubah. Berubah seperti apa? Bukan cuma sekarang ada taman dimana-mana, pejalan kaki punya trotoar yang layak, dan halte busway tersedia dimana-mana. Yang paling menyenangkan adalah melihat kemunculan RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) yang ada di seluruh penjuru kota Jakarta. Kemarin, aku berkesempatan untuk menemani Ibu Veronica Tan (istri Basuki Tjaha Purnama) untuk mengunjungi RPTRA Baung yang dibangun oleh PT Nestle.
Pertama kali aku masuk ke area RPTRA, jujur aku kaget. Tempatnya ASRI dan NYAMAN banget!! Ada beberapa fasilitas yang tersedia, mulai dari perpustakaan, ruang menyusui, amphiteater, lapangan bola, lapangan basket, hidroponik area, sampai ke undak-undakan warna-warni seperti gambar di atas. Di pagi hari itu, pukul jam 8 pagi, sudah banyak warga sekitar yang berkumpul di RPTRA. Ada anak-anak yang sedang main bola, ada ibu-ibu yang sedang rumpi, dan bapak-bapak yang duduk-duduk baca koran. Ahhh….rasanya sudah terlalu lama tidak melihat kerukunan masyarakat seperti ini.
Kalau Anda berada di sana dan menyaksikan sendiri paguyuban yang terbentuk dari ruang terbuka ini, pasti Anda pelan-pelan lupa bahwa Anda sedang berada di ibu kota. Rasanya hangat, akrab, dan semua orang membaur untuk bersosialisasi dan bercanda dengan orang di sekitarnya. Saya jadi berpikir, sebelum RPTRA ini ada, tentu susah untuk bisa berkumpul bersama tetangga. Susah juga untuk anak-anak bisa bermain bola dengan bebas di lapangan berstandard internasional. Sebelum ada RPTRA ini, susah juga untuk mencari kegiatan keluarga di hari Minggu. Ujung-ujungnya kalo gak nonton TV di rumah, lalu pergi jalan-jalan ke mall. Sekarang, mereka bisa pergi ke RPTRA, lalu mamaknya bergosip dengan tetangga sebelah, anaknya main bola, dan bapak-bapaknya ngobrol panjang lebar tentang pertandingan bola kemarin malam.
Semuanya karena ada gubernur yang peduli pada hal-hal seperti ini. "Memanusiakan" warga Jakarta yang sudah cukup stres berkutat dengan carut marut ibukota tiap hari. Mereka butuh hiburan gratis yang menyenangkan dan sekaligus menyehatkan.

Semoga, Jakarta bisa semakin berubah menjadi kota yang ramah bagi para warganya. Semoga suatu saat ketika orang mendengar jakarta, yang timbul bukan lagi "ibukota lebih kejam dari ibu tiri", namun citra bahwa kota ini telah berubah wajah dan menjadi lebih dekat dengan orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
No Comments

Post A Comment