Let's explore the world

Follow us

Apa yang Kamu Suka? - Wandersmurf
53
post-template-default,single,single-post,postid-53,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.4,vc_responsive

Apa yang Kamu Suka?

Apa yang Kamu Suka?

Gambir. Sore. Pengap. Riuh. Jumat.
Yang paling aku suka adalah makan pagi sepuasnya di hotel berbintang. Bingung ingin makan roti, bubur, atau sereal terlebih dahulu. Bingung ingin telur orak-arik atau mata sapi. Tapi tak kapok berpiring-piring aku santap rapih. Dua jam, aku mau makan pagi yang santai dan penuh penghayatan.
Yang paling aku suka adalah memerhatikan orang-orang dan memikirkan apa yang selanjutnya aku tulis. Siapapun, dimanapun, bagiku tiap insan unik apa adanya. Ada cerita yang dapat diungkap, ada kisah yang tersimpan dalam-dalam.
Yang paling aku suka adalah naik roller coaster. Bianglala, ah itu sudah biasa. Aku mau menantang adrenalinku sendiri, sekuat apa jantungku jika diuji. Aku ingin diputarbalik 180 derajat. Aku ingin bungee jumping. Mengayunkan badanku ke alam bebas, untuk sepersekian detik menjerit takut tali akan terputus. Aku paling suka wahana mendebarkan.
Yang paling aku suka adalah menunggu. Semua orang bilang itu membuang waktu. Tapi kamu akan masuk secara hati-hati, ke pintu-pintu pemikiran yang jarang kamu kunjungi. Mungkin itu kenapa papa selalu menyuruhku bermeditasi. Agar kita bisa belajar mendengarkan diri sendiri. Haha, sungguh aku tidak bercanda. Aku suka menunggu karena aku bisa melihat pemikiranku berkompilasi. Sembari menunggu kereta api, pesawat, atau makanan datang, otakku akan berkelana dan membuahkan ide-ide tak terduga. Menarik bukan? Karena itulah para filsuf suka merenung. Karena tempo otak tak sekencang suara di luar sana. Mereka perlu diberikan waktu dan ruang tersendiri.
Yang paling aku suka adalah menjadi sibuk. Bukan sibuk ringan, tapi sibuk berat. Hectic. Sibuk yang menyenangkan, tahu bahwa aku sedang mempersiapkan sesuatu ekstraordiner. Tahu bahwa buahnya akan manis. Sibuk yang memuaskan. Yang membuatku begadang semalaman dan melihat nilai A di akhir bulan. Yang membuatku lari pontang panting dan melihat tepuk tangan meriah para peserta. Sederhana, tapi aku paling suka.
Yang paling aku suka adalah membaca. Apa saja, dimana saja. Instruksi pemakaian ponsel baru, selebaran brosur, koran bekas, dan buku-buku novel dengan cover mengkilap dan lembar halaman kekuningan dengan wangi khas yang semirip candu. Menelisik pemikiran filsuf, jurnalis, komedian, bahkan orang gila. Mempelajari bagaimana kata demi kata mereka tuangkan untuk mengekspresikan secuil kecil otak mereka. Merasakan bagaimana ide baru dan imajinasi mendesak ingin masuk ke memoriku yang kapasitasnya kadung tak muat. Orang bilang kini bukan jamannya, tapi aku hanya bisa tertawa. Membaca mungkin adalah salah satu kemampuan bertahan hidup paling baik yang pernah ditemukan manusia.
Kalau kamu, apa yang kamu suka?
Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
No Comments

Post A Comment