Let's explore the world

Follow us

101 Pertanyaan tentang New Zealand Scholarship

FAQ New Zealand Scholarship

101 Pertanyaan tentang New Zealand Scholarship

Hi everyone! Dalam rangka memenuhi resolusi tahun baru untuk menulis lebih sering, kali ini aku mau berbagi pengalaman tentang New Zealand Scholarship. Dalam waktu dekat, aku akan melanjutkan studi ke University of Auckland, Master of Public Policy, dengan dukungan dari beasiswa ini.

Apa sih New Zealand Scholarship itu? Cara dapetinnya gimana? Proses seleksinya apa aja? Jujur, tahun lalu aku cukup terbantu ketika cari-cari info tentang New Zealand Scholarship, soalnya website-nya sangat transparan dan detail. Semua info bisa ditemukan di situ. Tapi, untuk cerita-cerita tentang New Zealand Scholarship sendiri masih sedikit. Jadi masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.

Sebenernya gak bakal sampe 101 pertanyaan seperti di judul sih. Hahaha.
Tapi biar lebih mudah, kita bahas aja satu per satu ya. Kalau ada yang masih mau ditanyakan, feel free untuk kasih comment!

Pertanyaan Umum soal Beasiswa

Q: Apa itu New Zealand Scholarship?
A: New Zealand Scholarship dulunya sering dikenal dengan nama New Zealand ASEAN Scholarship. Tapi sekarang semuanya udah termasuk ke dalam 1 skema beasiswa besar yang namanya New Zealand Scholarship. Beasiswa ini diperuntukkan untuk pendidikan lanjutan, yaitu Postgraduate, Master, atau PhD di universitas-universitas di Selandia Baru.

Q: Siapa aja yang bisa daftar?
A: Pertama-tama, harus merupakan WNI dan berdomisili di Indonesia.
Lalu kriteria berikutnya adalah:
1. Berusia 18-40 tahun.
2. IELTS/TOEFL/Cambridge Academic English yang memenuhi standar yang ditetapkan oleh kampus dan jurusan tujuan (tergantung masing-masing kampus). Hasil tes ini bisa menyusul, bahkan bisa dibayari oleh New Zealand MOFAT juga.
3. Pengalaman kerja full time minimal 1 tahun (termasuk volunteer).
4. Prioritas untuk pendaftar beasiswa dari Indonesia Timur.

Q: Bisa ambil jurusan apa?
A: Seperti beasiswa-beasiswa yang lain, tentu ada sektor/jurusan yang diprioritaskan untuk Indonesia. Oleh karena itu, usahakan untuk memilih-milih jurusan yang paling mendekati sektor ini ya:
– Climate Change and Resilience
– Disaster Risk Management
– Food Security & Agriculture
– Renewable Energy
– Good Governance (untuk beberapa jurusan seperti International Relations, Int’l Law, dan Cyber Security, hanya bisa jika pendaftar berasal dari sektor pemerintah).
Untuk lebih lengkapnya, bisa merujuk ke daftar di sini.

Q: Kalau mengambil jurusan yang tidak diprioritaskan bagaimana?
A: Boleh kalau mau tetap coba. Tapi, berdasarkan daftar penerima beasiswa tahun 2019/2020, semuanya mengambil jurusan yang sesuai dengan sektor prioritas. Sepertinya mereka benar-benar ketat untuk seleksi jurusannya.

Q: Apakah bisa mengambil jurusan yang tidak linear dengan S1?
A: Bisa, asalkan jurusan S2 atau PhD-nya linear dengan pekerjaan yang sedang ditekuni.

Q: Ada berapa beasiswa yang akan dikasih?
A: Belum ada angka pasti. Tapi setahuku, ada sekitar 60 beasiswa untuk Indonesia per tahun dan 560 secara total. Tiap tahunnya, ada sekitar 11.000 pendaftar beasiswa New Zealand Scholarship dari seluruh dunia.

Q: Apakah ada kontrak/ikatan tertentu?
A: Tidak. Namun, penerima beasiswa diharuskan untuk kembali ke Indonesia selama minimal 2 tahun setelah perkuliahan selesai, sehingga mereka bisa berkontribusi pada kemajuan/inovasi negara. Jika sebelum 2 tahun, penerima beasiswa pindah/kuliah di negara lain, semua biaya kuliah di New Zealand akan ditagihkan ke penerima beasiswa (utang).


Pendaftaran New Zealand Scholarship

Q: Kapan bisa mendaftar untuk New Zealand Scholarship?
A: Setiap tahunnya, pendaftaran New Zealand Scholarship dibuka dari tanggal 1-28/29 Februari.

Q: Dokumen apa aja yang dibutuhkan?
A: Karena periode pendaftaran hanya dibuka selama sebulan, ada baiknya untuk mempersiapkan dokumen-dokumen ini lebih dahulu:
1. Scan ijazah dan transkrip kuliah Bahasa Inggris (bisa minta dari universitas atau pakai penerjemah tersumpah)
2. Online essay
3. Hasil tes Bahasa Inggris (IELTS, TOEFL) tidak wajib, tapi jika sudah ada akan lebih baik.

Q: Apa saja yang harus dijawab di esai?
A: Esai New Zealand Scholarship punya peran yang sangat penting dalam menentukan kelolosan kita. Karena itu, usahakan untuk mengerjakan esai dengan baik, tanpa typo, dan perhatikan semua guideline yang diberikan. Kalau perlu, konsultasilah dengan senior, dosen, atau teman yang bisa memberikan masukan.

Berikut ini beberapa pertanyaan yang harus dijawab di esai:

  1. Provide a maximum of four academic study/training related awards, prizes or publications you have achieved in the course of your studies – Not specific to any particular qualification you hold (max. 250 words)
  2. What skills and knowledge do you hope to gain from your proposed study? (max. 250 words)
  3. Why are the skills and knowledge you describe above important to your country’s development? (max. 250 words). Where possible you should refer to data and research that supports your argument.
  4. How will you use your new knowledge and skills to contribute to the development of your home country? (max.250 words)
  5. Describe a situation when it was important for you to work with someone you didn’t know. Describe how you built a good working relationship in a school or work setting.
  6. Describe a situation when you had to work very hard to achieve what was required.
  7. Why did you decide to apply to study in New Zealand? (max. 250 words)
  8. If you are successful in being awarded a scholarship, what challenges do you think you will face living and studying in a different country, and how do you intend to overcome these? Include both study and personal challenges. (max 250 words)

Supaya lebih mudah, aku akan menulis post lain tentang tips-tips mengerjakan esai untuk New Zealand Scholarship, ya!

Q: Dimana bisa mendaftarkan diri?
A: Pendaftaran untuk New Zealand Scholarship dibuka di link ini. Berikut langkah-langkahnya:

1. Ikuti dulu Eligibity Test untuk memastikan kita qualified untuk New Zealand Scholarship.
2. Di bagian akhir test, jika kita sudah qualified, nantinya ada semacam kode, silakan catat/screenshot kodenya.
3. Klik tombol “Register” di bagian akhir test, dan masukkan kode tersebut.
4. Jika sudah, cek email Anda, nantinya ada link untuk membuat password.
5. Setelah akun selesai dibuat, Anda bisa memulai proses pendaftaran. Proses pendaftaran online ini bisa di-save sewaktu-waktu. Oleh karena itu, lebih baik dicicil sedikit demi sedikit, supaya tidak buru-buru ketika sudah mendekati deadline.


Tips-tips untuk melakukan Pendaftaran

To do list untuk Scholarship
To do list untuk Scholarship
  1. Pertama-tama, sesegera mungkin, buatlah akun di sistem New Zealand Scholarship dan isilah dengan data Anda.
  2. Kemudian, buatlah timeline dengan diri sendiri, supaya bisa memperkirakan waktu untuk pengerjaan esai, koreksi, kelengkapan dokumen, dan sebagainya.
  3. Untuk esai, saya mengerjakannya di Google Docs, sehingga bisa diakses dimana saja, terlebih kalau saya sedang ada ide-ide baru untuk dimasukkan dalam esai.
  4. Buatlah draft esai terlebih dahulu, lalu minta review/konsultasi dari orang lain. Atau setidaknya, bisa bicarakan tentang rencana apa saja hal-hal yang mau ditulis, supaya lebih terstruktur.
  5. Siapkan koneksi internet yang kuat dan stabil, untuk meminimalisir risiko pendaftaran yang error.

Proses Seleksi New Zealand Scholarship

Q: Apa saja proses seleksi New Zealand Scholarship?
A: Sepengalamanku, proses seleksi New Zealand Scholarship bisa dibilang gampang-gampang susah. Berbeda dari beasiswa lain, proses seleksinya bisa dibilang sangat panjang dan makan waktu hingga 6 bulan.

Berikut perkiraan timeline-nya (berdasarkan proses tahun 2019):

1. Pendaftaran dibuka: 1-28/29 Februari
2. Pengumuman longlist dan peserta diharapkan menyelesaikan online psychometric testing: awal April
3. Pengumuman shortlist dan wawancara: akhir Mei
4. Periode pemilihan jadwal wawancara: Mei-Juni
5. Wawancara: akhir Juni-Juli
6. Pengumuman hasil wawancara dan tes IELTS: minggu ke-3 Juli
7. Pengumuman final: akhir Agustus

Q: Apa itu online psychometric testing (OPS)?
A: OPS adalah tes psikologi yang kita kerjakan secara online. OPS terdiri dari 2 bagian, yaitu: abstract reasoning test dan personality test. Untuk personality, langsung aja jawab sejujurnya. Tapi, kalau untuk yang abstract reasoning, lebih baik coba-coba dulu beberapa tes di internet. Tesnya semacam memilih bentuk-bentuk obyek seperti ini:

Kita akan dikasih link untuk mengerjakan 2 test ini dalam waktu 14 hari. Tapi, harus dikerjakan semuanya sekaligus, tidak bisa dicicil. Oleh karena itu, lebih baik dedikasikan waktu khusus (sekitar 30-40 menit) untuk bisa mengerjakan tes ini dengan tenang. Internetnya juga harus kuat dan stabil, agar tidak bermasalah di tengah-tengah tes, karena tidak bisa diulang lagi.

Oh ya, awalnya mungkin kamu akan melihat notifikasi “people usually takes this test around 10-12 minutes”. Nah, itu diabaikan saja, jangan malah terburu-buru lalu ngisi jawaban dengan ngawur. Tapi jangan sampai makan waktu 30 menit juga. Yang penting, lakukan yang terbaik asal masih dalam waktu yang normal. Waktu itu aku mengerjakan abstract test-nya sekitar 15-17 menit.

Q: Apa saja yang ditanyakan saat wawancara?
A: Banyak! Hahaha. Durasi wawancara adalah 1 jam dengan 2 orang pewawancara. Wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris. Beberapa pertanyaannya adalah:
1. Kenapa memilih jurusan tersebut?
2. Apa yang kamu ketahui tentang New Zealand?
3. Kenapa ingin studi di New Zealand?
4. Apa kegagalan terbesarmu dan bagaimana kamu menghadapi itu?
5. Kontribusi pada Indonesia selama ini?
6. Tantangan selama studi kira-kira apa dan bagaimana kamu menghadapinya?
7. Bagaimana kamu beradaptasi dengan lingkungan baru?

Biar lebih lengkap, nantikan ya post terpisah tentang tips-tips wawancara untuk New Zealand Scholarship!

Q: Dimana wawancaranya?
A: Untuk sesi wawancara, ada yang menggunakan Skype, ada juga yang tatap muka langsung. Untuk peserta di luar Jakarta, sepertinya kebanyakan akan pakai Skype. Sementara untuk peserta dari Jakarta, akan sesi tatap muka langsung.

Q: Bagaimana jika sudah memiliki IELTS?
A: Kalau sudah memiliki IELTS, dan sudah di-upload saat pendaftaran awal, nantinya kita tidak perlu ikut tes lagi.

Q: Bagaimana jika tidak memenuhi kriteria IELTS?
A: Jika sudah mengikuti tes namun skornya belum memenuhi kriteria, maka nantinya kita akan diberikan English Language Training (ELT). Setahuku ELT akan dilaksanakan di Surabaya selama 3-6 bulan, supaya bisa memperbaiki skor IELTS.


Nah, sepertinya sekian dulu pertanyaan-pertanyaan yang biasa diajukan tentang New Zealand Scholarship! Kalau misal ada hal-hal lain yang masih dibingungkan, silakan tanyakan di comment ya 🙂

May our scholarship-hunting journey be smooth-sailing!

Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
6 Comments
  • Sapar
    Posted at 18:55h, 12 July Reply

    Selamat malam . tulisannya sangat bermanfaat..sy mau bertanya mba..apakah sepanjang sejarah penerimaan beasiswa NZA adakah peserta yang lulus dari kalangan guru madsud saya adakah yg lulus pada jurusan master esucation karena saya liat pendidikan tidak dalam jurusan prioritas?? Kebetulan saya guru dan berniat dftr beasisw aini

    • Falencia Naoenz
      Posted at 01:55h, 13 July Reply

      Halo kak, terima kasih atas pertanyaannya. Setahu saya tidak ada kak, krn New Zealand lumayan strict untuk jurusan prioritasnya. Tapi ada lembaga beasiswa lain yang memprioritaskan jurusan master education, salah satunya LPDP. Mungkin bisa dipertimbangkan 🙂

  • Nelson
    Posted at 22:19h, 05 April Reply

    Mau nanya kak, kalo buat personality testnya ditentuin waktunya juga ato nggak?

    • Falencia Naoenz
      Posted at 23:14h, 05 April Reply

      Setahu saya tidak ada batasan waktunya, jadi bisa dikerjakan sebaik mungkin dan jangan terburu-buru – walau sebaiknya jangan terlalu lama juga. Kalau waktu itu saya 15-17 menit untuk abstract, 13 menit sisanya utk personality test.

  • Feryanda Utami
    Posted at 06:20h, 23 January Reply

    Hi kak Falencia.. Congratulations for your success as NZS awardee.. Yeay!

    Terima kasih sdh membuat konten tentang NZS ini.. Sangat membantu. Aku rencana mau apply juga yg th ini.. Apakah kiranya kakak bersedia utk menjadi proofreader essayku nanti terkait essay di NZS ini?

    Sekali lg terima kasih ya kak.. Sukses selalu..

    • Falencia Naoenz
      Posted at 22:55h, 25 January Reply

      Halo, terima kasih yaaa! Boleh, silakan dikirimkan saja ke falenciabiru@gmail.com. Sebisa mungkin jika bisa saya bantu, pasti saya bantu.

      Good luck!

Post A Comment