Let's explore the world

Follow us

Berbagi Cerita bersama KSMPMI - Wandersmurf
1452
post-template-default,single,single-post,postid-1452,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.4,vc_responsive

Berbagi Cerita bersama KSMPMI

Diklat KSMPMI

Berbagi Cerita bersama KSMPMI

Beberapa waktu yang lalu, aku diundang untuk hadir ke acara Diklat KSMPMI. KSMPMI ini merupakan kepanjangan dari Kelompok Studi Mahasiswa Pengkaji Masalah Internasional – sebuah organisasi internal dari Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional dari almamater, Universitas Parahyangan. Iya, iya, memang nama dan singkatannya panjang banget. 

Sesi diklat yang kurang lebih 1,5 jam itu berhasil bikin kangen berat dengan dunia perkuliahan dan kehidupan sebagai mahasiswa. Ketemu dengan mahasiswa HI lagi, yang sukanya berdebat soal politik, ideologi, sampai berita diplomasi terbaru. Ketemu dengan mahasiswa yang sekarang lagi asyik-asyiknya menggali kesukaan diri sendiri – entah itu hobi belajar bahasa, bikin vlog, atau jadi sukarelawan di organisasi sosial. Ketemu dengan anak-anak KSMPMI yang sibuk merencanakan Socratime, diskusi film, sampai bikin seminar. Rasanya pingin balik ke Unpar dan jadi mahasiswa HI lagi. Sumpah!

Diklat KSMPMI

Diklat KSMPMI

Yang Dikangenin dari Kuliah

Ya ampun. Apa aja ya yang dikangenin dari kuliah? Banyak! Yang paling dikangenin pastinya adalah kebebasan waktunya. Habis kuliah bisa main, nongkrong, atau tidur sampe pagi. Mau kerja part-time bisa, mau les bahasa bisa, mau gogoleran sambil ditemenin ujannya Bandung juga makin mantul.

Selain itu, hidup belum seserius dan se-demanding saat ini. Walaupun emang dulu banyak tugas dan deadline paper yang nggak berkesudahan, rasanya asyik aja ngerjainnya! Bisa sambil diskusi di taman Fisip, makan di Podjok Koffie, atau belajar grup di kos orang. Beda sama dunia kerja yang penuh dengan tuntutan klien dan lanskap kantor yang kadang (cenderung) kaku.

Dulu kalau lagi kere ya jadinya berdiam diri di kos, sambil duduk di samping jendela dan ngeliat pemandangan kota Bandung. Atau pergi ke kampus sekadar numpang Wi-Fi. Sekarang kalau kere rasanya tertekan terus pusing gitu. Padahal sebenernya udah menghasilkan duit yang jauh lebih banyak ketimbang pas jadi mahasiswa. Cuma, tanggungannya juga jadi lebih banyak, kan?

Aku kangen juga dengan iklim belajar. Setelah jadi murid selama lebih dari 10 tahun, ternyata belajar itu asyik dan seru banget! Salah satu penyesalan terbesar ketika kuliah adalah karena nggak ngambil les bahasa sama sekali. Jadinya sekarang harus les bahasa dari awal, dengan menyisihkan waktu luang di akhir pekan yang udah sangat berharga. Tapi serius deh, iklim belajar di kampus itu ngangenin. Bisa ketemu sama dosen-dosen HI Unpar yang super gaul dan pinter, diskusi berbobot sama anak-anak HI yang open-minded, nggak cuma omongan ringan macam meme viral atau politik (lagi dan lagi, huft….).

Kangen dengan Bandung. Setiap keluar dari kereta dari Gambir, rasanya selalu pingin senyum. Udaranya adem, orangnya ramah, bikin bahagia luar dalam. Beda banget ketika udah balik lagi ke Gambir. Riuh-rendah, kotor, semrawut, dan egois. Hidup selow di Bandung adalah yang terbaik. Walau kemacetannya sekarang sering bikin darah tinggi dan menghela napas panjang-panjang.

Cerita di Diklat KSMPI

Lalu, apa aja cerita di Diklat KSMPI? Surprisingly, sesi sharing di Diklat KSMPMI malah didominasi dengan diskusi seputar dunia kerja. Haha. Nggak bisa dipungkiri, setelah 3 tahun lebih di KSMPMI, rasanya ngebantu banget di dunia kerja. Misalnya, sebagai PR Consultant, tentunya aku harus bisa belajar dan mastering semua industri, mulai dari isu transportasi, kesehatan, sampai pariwisata. Sama juga kayak ketika jadi anggota KSMPMI, ya harus belajar semua topik HI yang relevan. Suka nggak suka, tetep aja harus bahas perang, Great Debate of IR, sampe isu lingkungan yang udah berdekade-dekade dibahas tapi nggak selesai-selesai.

Banyak insight supaya anak-anak KSMPMI bisa makin mulus memasuki dunia kerja. Apalagi karena anak HI itu seringnya terombang-ambing tanpa jobdesc yang jelas. Jadi sekarang semakin penting untuk mengerti dan memahami apa kemauan, kesukaan, dan bakat kita. Biar kita bisa bersaing sama ribuan fresh-grad yang lain dong, pastinya! Kalau udah tahu bidang yang disuka, harus banyak-banyak menggali lebih dalam dan bergerak lebih luas. Maksudnya, jangan sampai terjebak jadi aktivis kampus doang dan nggak mengenal kehidupan di luar kampus. Belajar ngandalin silabus dan nggak pernah baca referensi dari luar. Sibuknya jadi panitia acara internal tapi nggak pernah sekalipun mengajukan diri untuk menghadiri acara konferensi lain. Mumpung masih muda, mumpung banyak kesempatan yang bisa dicoba, mumpung banyak waktu untuk puas-puasin mengenal diri sendiri 🙂

Semoga kita sama-sama selalu belajar dan memperbaiki diri ya! Thank you KSMPMI for the opportunity! 

Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
No Comments

Post A Comment