Let's explore the world

Follow us

Cathay Pacific, 2:19 AM

Cathay Pacific, 2:19 AM

Jam tangan kesayanganku menunjukkan waktu 2.19 subuh.
Lampu kabin dimatikan, semua sedang terlelap dengan nyaman.
Seperti biasa, aku tidak pernah bisa tidur sebelum menonton film.

Lalu aku melongok ke jendela.
Sunyi. Tak ada suara.
Selain suara mesin pesawat yang sedang berdengung.

Di sana, di langit yang hitam kelam, dengan awan hitam bergelung di bawahnya.
Aku melihat lautan bintang.
Aku melihat galaksi bimasakti terpampang jelas di depan muka.
Sepertinya sudah belasan tahun sejak terakhir kali aku melihat bintang seperti ini.
Aku memandang jendela berlama-lama, mengacuhkan kelopak mata yang terasa berat.

Yang aku pikirkan hanyalah, perjalanan napak tilas kehidupan.
Dari bocah kecil yang suka ikut lomba baca puisi,
Menjadi praktisi diplomasi di kampus FISIP,
hingga menjadi konsultan dari perusahaan2 terbaik di dunia.
Bahkan, konsultan bagi klub sepakbola kesayangan, Liverpool.

Falen berumur 10 tahun pasti tertawa ngakak kalau aku bilang bahwa kamu akan bekerja untuk salah satu perusahaan terbesar di dunia. Kamu akan pergi jauh, melalang buana, ambil bagian dalam perayaan yang tercatat dalam sejarah. Like, can you believe that? I’m just a girl from a small town who loves traveling too much. 

Aku terharu melihat perjalanan di tahun ke-25 ini.
How life has changed.

And oh, there are so many things to look forward to.

Di pucuk jendela sebelah kiri, terlihat bola merah matahari yang mulai menyeruak.
Di ujung sebelah kanan, langit gelap masih tampil gemilang dengan ratusan bintang.

Ajaib memang.

Inilah kenapa aku selalu memilih kursi di dekat jendela.
Ada pemandangan dan rasa yang tidak bisa dibeli.
Ada momen spesial yang akan terus teringat.
Ada keiistimewaan tersendiri, menuliskan cerita singkat kala seisi pesawat sedang terlelap.

Hey, universe?
You’re awesome. Thank you!

Laut China Selatan, 10 Sept 2019
FN

Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
No Comments

Post A Comment