Let's explore the world

Follow us

Goodbyes - Wandersmurf
370
post-template-default,single,single-post,postid-370,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.4,vc_responsive

Goodbyes

Goodbyes

What is it with goodbye that scares us the most? What is it with the words goodbye that crack us to tears and sadness?
Why is it that we always believe that goodbye means we will break down and never be happy again?

Perpisahan itu selalu menyakitkan. Dan kalau ada orang yang bilang there is such thing as beautiful goodbye, I will punch him right in the face. Berpisah dengan orang itu berat. Bukan karena untuk sementara kita ga akan ketemu dengan dia. Bukan karena untuk sementara kita akan sendiri. Tapi karena kita ga tau berapa lama lagi sampai perjumpaan mendatang. Mungkin sehari, mungkin sebulan, mungkin setahun, atau mungkin dia ga akan ada lagi. Mungkin bagian dia di jalan cerita hidup kita sudah selesai. They have done their parts.

Here is the thing. We never know when the last good bye is. We could have said good bye to our ex-boyfriend but in all of a sudden we could run into him in the bookstore. Life has its own maze to avail us meet people from the past. Here is another thing, aku pernah lihat video yang mengajarkan bahwa manusia sekarang (homo sapiens) punya otak yang jauh lebih besar dari manusia jaman dahulu kala (homo javanicus). Salah satu bagian otak yang berkembang adalah otak bagian depan, yang memungkinkan kita untuk merasakan sesuatu yang belum atau akan kita rasakan. Kita punya bayangan akan masa depan, manusia kuno tidak pernah merasakan pengalaman itu.

Misalnya gini, ketika kita bilang kita pingin ayam goreng, otak bagian depan kita memberikan kita bayangan dan gambar ayam goreng itu. Harum, crispy, warna keemasan, enak. Jadi tanpa ragu kita akan langsung gas motor dan pergi ke ayam KFC terdekat. This is the simple example. What it has to do with our feeling is, ketika kita mengucapkan perpisahan dengan orang lain, bukan momen perpisahan itu yang bikin kita nangis. Bukan karena kebersamaan selama beberapa hari/bulan/tahun yang harus berakhir. Yang bikin kita sedih adalah karena otak depan kita membayangkan the future without this person. Ketika nenek kita meninggal misalnya, yang membuat kita sedih adalah: โ€œga ada lagi nenek yang selalu masakin sup kesukaanโ€, โ€œga bisa lagi cerita-cerita dan jalan-jalanโ€, โ€œNenek ga bisa dateng ke wedding akuโ€. You see? Those kind of thoughts are the reflection of our future. We are sad because our brain is reflecting how our future will be without them.

So the thing about goodbye is pretty simple, actually. Right after watching that video, I began to realize what Iโ€™ve done wrong all this time. I keep picturing my life without them and I forget to be grateful WHILE THEY ARE HERE, in my life. I keep being sad knowing that we may separate and I forget to be in the moment. To enjoy the time we have. And when it is the time to say goodbye, you should remember that the pain is caused by the brain, which is trying to project something which has not happened yet.

Thatโ€™s how youโ€™ll survive every goodbyes.

Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
No Comments

Post A Comment