Let's explore the world

Follow us

Staycation Produktif di Nomad Hostel Kemang - Wandersmurf
1800
post-template-default,single,single-post,postid-1800,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.4,vc_responsive

Staycation Produktif di Nomad Hostel Kemang

Nomad Hostel Kemang

Staycation Produktif di Nomad Hostel Kemang

When people do staycation, I do brokecation (broke-vacation).

Kalian pernah ngerasain nggak sih, pingin banget pergi liburan tapi nggak ada duit? Sameee gurl! Manusia memang cuma bisa berencana, tapi uang lah yang menentukan (copyright: Falencia).

Bagiku yang punya segudang pekerjaan freelance, weekend adalah waktu yang didedikasikan khusus untuk mengerjakan tulisan, nulis blog, les Spanyol, baca buku, atau sekedar belajar sesuatu yang baru. Pemikiran kayak gini sebenernya toxic juga sih, karena jadi kebiasaan buat nunda-nunda terus. “Okay, I’m gonna do it over the weekend.” Padahal, ujung-ujungnya nonton Netflix atau tidur seharian. Huh.

Kamar kosan ini memang nggak memadai untuk sebuah sesi kerja yang produktif. AC di atas kepala, kasur empuk, seprai baru dicuci, semuanya faktor-faktor yang mendukung penghuni kos buat tidur siang. Makanya, kalau lagi banyak kerjaan, biasanya aku harus memaksa diri buat keluar dari kenyamanan kos dan duduk tegak untuk ngelarin semua tugas.

Lalu suatu hari kepikiran, gimana kalau, daripada nongkrong di kafe berjam-jam, aku mending nginep di hostel yang bagus dan murah, supaya bisa kerja produktif sekalian dapet konten buat blog! Namanya juga orang pingin liburan, tapi nggak punya duit, ya udah coba-coba aja nginep sekalian rekreasi nyobain makanan atau suasana baru. People call it staycation, I call it brokecation, indeed. 

Check in: Nomad Hostel Kemang

Check in Nomad Hostel

Pertama kali tahu tentang hostel ini adalah dari majalah Marketeers yang lagi ngebahas soal hostel-hostel unik di Jakarta. Waktu itu langsung aku save, dan ternyata nggak percuma karena akhirnya kesampaian juga brokecation di sini. Nomad Hostel Kemang punya beberapa tipe kamar, harga paling murahnya sih Rp100.000-an. Tenang aja, kamarnya terpisah antara cowok dan cewek.

Begitu masuk ke dalem gedungnya, waaa seneng banget! Tempatnya lively, cozy, dan warna-warni. Fasilitas di common area-nya bener-bener lengkap, mulai dari kedai kopi, Smart TV, bangku-bangku yang banyak buat kerja atau nongkrong, meja biliard, dan gratis ngambil air mineral sepuasnya dari PureIt. Lalu, kalau pingin keliling Jakarta Selatan, di Nomad Hostel juga ada tempat persewaan sepeda listrik (MiGO). Kalau nggak salah, tarifnya cuma 3 ribu per jam, lho!

Catatan: Nomad Hostel nggak menyediakan handuk gratis, jadi mendingan bawa sendiri dari rumah atau bisa juga nyewa dengan harga Rp 15.000.

Coba tengok gambar-gambarnya. Gemas banget!

Marbur: Mari Nyebur!

Setelah puas melihat-lihat area common longue, aku berjalan ke halaman belakang dan melihat ada KOLAM RENANG! Hahaha, well not so much of swimming pool. Sebenarnya cuma bak gede yang terisi air sih :’) Tapi mungkin lumayan kalau pingin berendam kecipak kecipuk doang, asal nggak gaya kupu-kupu aja, gak cukup cuy kolamnya.

Swimming Pool Nomad Hostel Kemang

Kamar Tidur yang Compact dan Cozy

Seperti layaknya hostel pada umumnya, di Nomad Hostel, kita bakal tidur di bunk beds satu kamar beramai-ramai. Satu kamar biasanya diisi maksimal 16 orang, tapi ini jarang banget penuh kok. Bahkan, waktu itu, cuma ada 5-7 orang doang yang nginep, jadi nggak bakal terlalu berisik.

Ruang tidur di Nomad Hostel ini super bersih dan nyaman. Kalau mau extra comfort, disarankan untuk ngambil bunk bed bawah, biar nggak perlu ribet naik turun tangga. Waktu check-in, kita bakal dikasih kode kunci untuk masuk ke kamarnya, dan juga nomor kasur kita. Di bagian bawah kasur, ada laci yang cukup lapang buat nyimpen barang-barang berharga. Tapiii, wajib bawa gembok sendiri ya, guys!

Kamar Nomad Hostel yang Privat dan Nyaman

Di dalam bilik tidur, ada bantal, selimut, lampu baca, dan colokan. Cukup standar lah. Ruangan biliknya juga pas, nggak terlalu kecil kayak hostel-hostel pada umumnya, jadi masih bisa bebas bergerak.

Ada 2 kekurangan yang aku rasakan selama nginep di sana. Pertama, kalau malem hawanya gerah, soalnya cuma ada satu AC aja buat satu ruangan. Kedua, kamarnya yang lumayan sempit sepertinya nggak nyaman ditempati oleh orang-orang yang bawa koper besar.

Kamar Mandi Super Bersih

Aku terkejut waktu pertama kali masuk kamar mandi Nomad Hostel Kemang. Bersih banget, kinclong dan rapi! Kamar mandinya seleraku banget, yaitu kamar mandi kering, dimana toilet dan shower ada di bilik yang terpisah. Jumlahnya juga banyak, jadi kita nggak perlu takut ngantri lama. Lalu yang menurutku paling keren adalah, bilik shower mereka itu punya dua lapisan pintu supaya air mandi bisa tertahan dan nggak bikin lantai kamar mandi becek. Fasilitas di kamar mandi juga lengkap, mulai dari sabun shampoo 2-in-1, bidet air, sampai hair dryer.

Kerja Produktif Sampai Subuh

Yak, setelah check-in dan mengatur semua barang-barang, aku berkelana dulu di Aksara Kemang buat berburu buku dan konten tulisan (lagi-lagi buat kerjaan freelance). Waktu pulang, aku langsung nyiapin laptop, charger, burger Fish Fillet dari McD, botol minum, dan kerja di common area-nya Nomad Hostel sampe berjam-jam.

Suasananya yang sepi, nyaman, ditambah WiFi cepet, bikin semua kerjaan kelar dengan memuaskan. Aku tersenyum bangga. Ho ho ho. Besok paginya, ada sarapan juga yang tersedia, bisa milih apakah mau makanan instan yang dimasak sendiri, atau semacam nasi box gitu. Karena buru-buru mau ke kantor, akhirnya ya ngambil bubur instan sama susu. Lumayan lah buat ngisi perut.

Fix sih kalau ada kerjaan segabruk lagi yang membutuhkan brokecation, pasti aku bakal balik ke Nomad Hostel Kemang! Kalau kalian tertarik, bisa langsung pesan di sini, ya!

Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
No Comments

Post A Comment