Let's explore the world

Follow us

Movie Review: Concussion - Wandersmurf
350
post-template-default,single,single-post,postid-350,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.4,vc_responsive

Movie Review: Concussion

Concussion Movie

Movie Review: Concussion

Sejak lama, salah satu temen udah merekomendasikan film ini. Tapi karena aku merasa film Will Smith kadang-kadang terlalu sci-fi (for my liking), akhirnya baru sekarang mau nonton film ini. Dan? Gak nyesel!

Concussion bercerita tentang seorang dokter neuropatologi, Dr. Bennet Omalu (Will Smith), dari Nigeria, yang berjuang untuk menunjukkan ke publik hasil riset dia tentang bahaya bermain football pada otak manusia. Semua berawal ketika Dr. Bennet harus meng-autopsi Mike Webster, mantan legenda futbol terkenal yang frustasi dan akhirnya bunuh diri. Dengan usia yang masih di bawah 40 tahun, dan gak ada tanda-tanda mencurigakan di otaknya, Dr. Bennet heran kenapa orang semuda itu bisa akhirnya bunuh diri dengan luka-luka di sekujur badan (like, he intentionally hurt himself). Jadi, dengan uang dan sumber daya dia sendiri, dia meneliti kasus Mike Webster ini, yang kemudian disusul dengan kasus-kasus serupa dari pemain futbol yang lain.

Dari riset itulah, Dr. Bennet menemukan kalo main futbol bisa mengakibatkan gangguan pada otak manusia. Tapi sebagai seorang Afrika minoritas, dia merasa hasil riset dia gak pernah dihargai, dan bahkan berusaha untuk ditutupi oleh NFL (National Football League). Jadi dia berjuang mati-matian untuk mengungkap hasil penemuan ini supaya publik tau apa yang sebenernya terjadi.

Menarik banget kan jalan ceritanya? Yup! Akhirnya Hollywood movie bisa nampilin sesuatu yang ‘berat tapi penting’ lagi di film-film mereka. Ini isu penting, isu yang perlu diketahui khalayak banyak. Tapi, kalau isu ini cuma diangkat di berita setempat atau di koran, mungkin orang-orang gak akan sadar betapa fatalnya bahaya yang ditimbulkan dari main futbol (futbol Amerika tidak sama dengan sepak bola).

Jalan cerita yang apik dan keren didukung banget sama penampilan dari Will Smith. Kita udah familiar dengan Will Smith yang sering jadi tokoh pahlawan di setiap film. Tapi yang paling aku kagumi dari peran Will Smith disini adalah, dia belajar mengucapkan bahasa Inggris dengan aksen Afrika, untuk menjiwai peran sebagai Dr. Bennet yang memang asli tulen dari benua Afrika. Dan, impersonasi dia bagus banget!!!! Aku kagum! Berkali-kali aku berpikir dalam hati, ‘This is why actors are well-paid.’ Ya karena itu, dia total banget untuk masuk ke perannya dan kita bisa ngerasain bahwa itu bukan Will Smith dari i,Robot atau Pursuit of Happyness, itu Dr. Bennet Omalu, himself.

Concussion membawa sudut pandang yang sama sekali baru, baik untuk dunia film maupun dunia olahraga. Setelah nonton itu, aku gak bisa berhenti berpikir tentang gimana nasib American football kalo semua orang udah nonton film ini? Apakah masih ada yang berani jadi atlet kalo mereka tau bahwa resikonya seberat itu? Penemuan yang diungkapkan di film ini bisa dibilang mencengangkan, dan terbitnya film ini menunjukkan kalo Amerika memang masih nomer satu dalam hal kebebasan pers. Jujur, aku belum melihat adanya dampak-dampak skala besar setelah film ini naik, tapi kita gak tau di masa depan apa yang akan dilakukan NFL untuk melindungi para atlet futbol ini.

Yang pasti, Concussion adalah salah satu film berkualitas yang patut untuk ditonton. Ceritanya menarik, tokoh-tokohnya diperankan dengan baik, dan ending-nya pun ditata dengan rapi. For me, it’s four out of five stars!

Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
No Comments

Post A Comment