Let's explore the world

Follow us

Review Movie: Doctor Strange - Wandersmurf
352
post-template-default,single,single-post,postid-352,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.4,vc_responsive

Review Movie: Doctor Strange

Review Movie: Doctor Strange

First off, SO SORRY I’m a little bit late of reviewing this Doctor Strange movie. Tapi kemarin aku baru selesai nonton film ini. Aselik mengagumkan!! Ditambah lagi sama akting Benedict Cumberbatch yang super owsem bikin kesengsem <– ini bukan review yang objektif karena I have a HUGE crush on this guy. Kalau aku disuruh ngurutin idola, dia bakal jadi nomer dua. Setelah Steven George Gerrard, pastinya!!

Doctor Strange itu salah satu film dari Marvel Studios (yang, by the way, semakin keren dari hari ke hari). Tapi berbeda dari film Marvel sebelum-sebelumnya yang settingnya di Amrik, New Yorrrrrk teruuuuus, kali ini Marvel akan bawa kita ke Nepal, tepatnya di Kathmandu. Dr Stephen Strange ini ceritanya neurologist yang super tampan, super hebat, super kaya, dan super arogan. Dia punya apartemen cantik banget yang bikin salah fokus pas nonton film ini.

Anyway, suatu hari dia kecelakaan dan tangannya tremor, jadi karir dia pun tamat sampe disitu. Terus dia nyari pengobatan alternatif sampe ke Nepal sana. Lalu dia ketemu sama The Ancient One yang dimainin sama Tilda Swinton. Mungkin ga ada lagi orang yang paling tepat meranin The Ancient One kecuali Tilda Swinton versi botak. Agak mirip sama Avatar sih, tapi masih masuk kok. Yah kemudian dia belajar dunia yang sama sekali beda dari dunia nyata yang ada sekarang. Yala, yala (gak seru kan kalo diceritain sampe akhir), akhirnya dia akan bertarung mempertahankan nasib bumi ini dengan jadi Doctor Strange, semacam sorcerer sakti gitu.

Doctor Strange Review

Plot-wise: Ceritanya menarik sih. I mean, imajinasi kita dibawa seliar-liarnya. Dan ada satu saat juga dimana kita bisa mikir, “Hey, mungkin aja ini beneran ada.” Tapi ada sedikit kekecewaan juga waktu mendekati klimaks, terus si Dark Dimension dengan mudahnya dikalahkan cuman karena si Strange bisa puter balik waktu dan mati berkali-kali. Istilahnya, time loop. Terus si Dark Dimension frustasi, terus dia nyerah. Ah, masa segitu doang. Kan gak seru.Apa kek, berantem dulu kek, kuat-kuatan kekuatan hipnotis dulu kek, ngapain dulu kek, masa cuma gara-gara kzl terus ini raksasa super jahat tiba-tiba nyerah.

Effect-wise: Yah sudahlah, lupakan klimaks yang gak begitu masuk akal. What they lack in plot, they make up in special effects. Film ini memanjakan mata banget, dan sekaligus memanjakan imajinasi juga. Bahkan Doctor Strange udah dapet predikat Best Animation of the Year, belum sampe seminggu keluarnya. Emang sih, di filmnya banyak banget special effect yang bahkan lebih heboh daripada Harry Potter.

Cast-wise: Come on, Benedict Cumberbatch AND Rachel McAdams?? Tilda Swinton? Mads Mikkelsen? Mereka udah cukup membuktikan diri bahwa mereka keren di perannya masing-masing lah ya. Dan syukur puji-pujian banget Marvel milih Rachel McAdams sebagai pemeran cewek pendukung. Cantik, pinter, dan meskipun perannya kecil, tapi sangat mendukung. Coba kalau pemeran ceweknya, let’s say, Shailenne Woodley. Duh, pasti gak cocok. Terus ada juga pemeran-pemeran pendukung kayak Wong dan Chiwetel Eljofor yang cukup asyik aktingnya.

Overall, aku sih menikmati banget nonton Doctor Strange. Mungkin karena faktor aku suka banget sama pemeran utamanya, tapi temenku yang biasanya tidur di bioskop pun sekarang bisa melek nonstop karena emang ceritanya entertaining. Semoga Doctor Strange bisa cepetan gabung sama temen-temennya yang lain di The Avengers atau Infinity War!

PS: Wait for two over-credits scenes. Thank me later!

Falencia Naoenz
falenciabiru@gmail.com
No Comments

Post A Comment